Jumat, 15 Agustus 2014

Aku diantara kamu dan rasa

Persahabatan adalah sebuah hubungan yang penuh rasa di dalamnya, ini melebihi rasa yang ada ketika kita memiliki seorang kekasih menurutku. Sebuah rasa yang sulit dijelaskan secara gamblang oleh seseorang yang memiliki sahabat yang hatinya penuh dengan ketulusan, tanpa dibuat-buat.

Tapi bukan hanya persahabatan yang aku temukan pada sosoknya kini, bahkan melebihi apa yang aku bayangkan. Sosoknya telah berbuat banyak dari apa yang seharusnya. Dia telah ku anggap sebagai saudaraku, ya saudara perempuan yang begitu manis di mataku.

Dia adalah pengingatku dikala aku terlalu berlebihan akan sesuatu. Dia adalah penasihatku yang penuh pengertian. Dia adalah pendengar yang selalu menenangkan. Yah, ini tentangmu, saudaraku. Saudara perempuan yang begitu ku syukuri keberadaannya di dalam hidupku.
Terima kasih untuk semua rasa yang telah diberikan. Terima kasih untuk semua pengertian dan ketulusanmu, tetaplah seperti apa yang aku kenal. Jangan pernah berubah menjadi sosok yang menyebalkan. Jangan pula membiarkan hatimu menunggu akan ketidakpastian. Aku menyayangimu begitu sangat, melebihi apa yang jarak ciptakan diantara ruang dan rasa.

Jarak

Jarak selalu menyesakkan dada
Jarak selalu menimbulkan kerinduan
Jarak selalu menyedihkan
Tapi itu dulu, jauh sebelum kau pergi
Jauh sebelum kau mengusirku ke jalanan      
Mengusirku sejauh mungkin tanpa belas kasih

Kini, jarak itu seakan mendekat
Mendekat, ingin berebut tahtanya lagi
Ingin menjadikanku gelandangan lagi
Telunta-lunta diantara luka dan kepedihan
Diantara kesakitan dan kemalangan

Tidak ada kebahagian di sana
Tidak juga kedamaian, sungguh
Wahai jarak, menjauhlah
Ku biarkan engkau pergi, janganlah mendekat
Aku tidak ingin menjadi gelandangan yang mengatas namakan cinta dan kerinduan lagi, ku mohon..

Minggu, 10 Agustus 2014

Kata Hati

Aku mencintaimu dalam diamku
Aku merindukanmu dalam sepiku
Rasa yang begitu menginginkanmu
Ruang yang begitu menjauhkanmu
Kau telah terpatri jauh direlung hati
Kau pula yang telah menghunus jantungku

Berjalan tanpa arah
Bermain cinta ditengah keramaian
Memaki terasa berat
Membenci pun terasa sulit

Lantas apa balasan akan semua rasa ini?
Adakah kau melihatku meski sedetik?

Teman Kecil

Kata tak mampu terucap kala melihatmu untuk pertama kalinya. Rasa senang bahkan terlalu senang tidak mampu saya tutupi. Semesta telah mendengar doaku, kita pun dipertemukan, teman kecilku. Entah sudah berapa lama saya mencari keberdaanmu, entah sudah berapa lama rindu ini tersimpan.

Rasa putus asa terkadang menghampiri diantara rasa lelah dalam usahaku mencari dirimu yang tak kunjung menunjukkan hasil. Tetapi, saya begitu merindukanmu, merindukan masa kecil kita yang penuh dengan kejahilan-kejahilan konyol lalu ditertawakan, merindukan caramu membuat orang-orang disekelilingmu tertawa lepas dan kau pun ikut tertawa.

Rasa rindu yang belum tuntas membuatku terus berusaha mencari keberadanmu, sampai akhirnya kita benar-benar bertemu. Pertemuan yang tak disengaja dan tak direncanakan. Terima kasih semesta, engkau telah mempertemukan kami lagi. Bersyukur pula pribadimu yang tak berubah, masih seperti pribadi 14 tahun yang lalu, tepat ditahun pertama kita bertemu untuk yang pertama kalinya.