Rasa putus asa terkadang menghampiri diantara rasa lelah
dalam usahaku mencari dirimu yang tak kunjung menunjukkan hasil. Tetapi, saya
begitu merindukanmu, merindukan masa kecil kita yang penuh dengan kejahilan-kejahilan
konyol lalu ditertawakan, merindukan caramu membuat orang-orang disekelilingmu tertawa
lepas dan kau pun ikut tertawa.
Rasa rindu yang belum tuntas membuatku terus berusaha
mencari keberadanmu, sampai akhirnya kita benar-benar bertemu. Pertemuan yang
tak disengaja dan tak direncanakan. Terima kasih semesta, engkau telah mempertemukan
kami lagi. Bersyukur pula pribadimu yang tak berubah, masih seperti pribadi 14
tahun yang lalu, tepat ditahun pertama kita bertemu untuk yang pertama kalinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar