Kepalaku penuh dengan tanda tanya
malam ini, penuh dengan ragu, terlalu banyak cerita yang tak tuntas, terlalu
banyak kata yang dibungkam. Pertemuan singkat kita berujung pada pertemanan
yang awalnya biasa saja,menurutku kini menjadi pertemanan yang penuh dengan
rasa. Ibarat permen nano-nano, itulah yang saya rasakan semenjak menjadi
temanmu. Ada banyak rasa yang kau ciptakan, tetapi tak jarang rasa itu
membuatku merasa aneh.
Perasaan aneh itu muncul
akhir-akhir ini, entah mengapa saya merasa telah terjebak oleh lingkaran
pertemanan yang telah kita buat. Lingkaran pertemanan yang entah sadar atau
tidak, saya turut menikmatinya. Berteman denganmu membuatku selalu berpikir
tentang cerita-ceritamu yang tak punya akhir, seakan ada rahasia di sana.
Pertanyaan selalu saya lontarkan, tetapi tidak ada jawaban yang tepat di sana.
Saya mulai berpikir tentang sosokmu
kini, kenapa dirimu penuh dengan tanda tanya?!. Tidak bisakah kau sejenak
menyelesaikan ceritamu?! Tidak bisakah kau memberi jawaban yang ku inginkan?!.
Pertanyaan-pertanyaan itu datang silih-berganti, membuatku merasa curiga akan
dirimu. Maaf, bukan niatku untuk mencurigaimu temanku, tetapi ada rasa
aneh yang mengganjal di diriku. Perasaan aneh yang haus akan jawaban dan
penjelasanmu. Hanya itu, hanya itu yang ku inginkan saat ini untuk
menghilangkan rasa hausku akan keanaehan dirimu, teman.
Saya tahu, tidak ada kesepakatan
yang telah kita buat sebelumnya dalam aturan pertemanan kita ini. Kita bebas
bercerita apa saja yang kita suka. Kita bebas untuk saling menertawakan bahkan
saling mencela satu sama lain. Kita bebas melakukan itu semua teman. Kau berhak
menyimpan rahasiamu sendiri, begitupula dengan diriku. Tetapi, tidak untuk
rahasia yang harusnya aku tahu dan kau menyembunyikannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar