Senin, 23 Juni 2014

Kamu dan Rahasia

Kepalaku penuh dengan tanda tanya malam ini, penuh dengan ragu, terlalu banyak cerita yang tak tuntas, terlalu banyak kata yang dibungkam. Pertemuan singkat kita berujung pada pertemanan yang awalnya biasa saja,menurutku kini menjadi pertemanan yang penuh dengan rasa. Ibarat permen nano-nano, itulah yang saya rasakan semenjak menjadi temanmu. Ada banyak rasa yang kau ciptakan, tetapi tak jarang rasa itu membuatku merasa aneh.

Perasaan aneh itu muncul akhir-akhir ini, entah mengapa saya merasa telah terjebak oleh lingkaran pertemanan yang telah kita buat. Lingkaran pertemanan yang entah sadar atau tidak, saya turut menikmatinya. Berteman denganmu membuatku selalu berpikir tentang cerita-ceritamu yang tak punya akhir, seakan ada rahasia di sana. Pertanyaan selalu saya lontarkan, tetapi tidak ada jawaban yang tepat di sana.

Saya mulai berpikir tentang sosokmu kini, kenapa dirimu penuh dengan tanda tanya?!. Tidak bisakah kau sejenak menyelesaikan ceritamu?! Tidak bisakah kau memberi jawaban yang ku inginkan?!. Pertanyaan-pertanyaan itu datang silih-berganti, membuatku merasa curiga akan dirimu. Maaf, bukan niatku untuk mencurigaimu  temanku, tetapi ada rasa aneh yang mengganjal di diriku. Perasaan aneh yang haus akan jawaban dan penjelasanmu. Hanya itu, hanya itu yang ku inginkan saat ini untuk menghilangkan rasa hausku akan keanaehan dirimu, teman.

Saya tahu, tidak ada kesepakatan yang telah kita buat sebelumnya dalam aturan pertemanan kita ini. Kita bebas bercerita apa saja yang kita suka. Kita bebas untuk saling menertawakan bahkan saling mencela satu sama lain. Kita bebas melakukan itu semua teman. Kau berhak menyimpan rahasiamu sendiri, begitupula dengan diriku. Tetapi, tidak untuk rahasia yang harusnya aku tahu dan kau menyembunyikannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar